Investasi Yang Cocok Untuk Freelancer

Saat banyak orang berbondong-bondong menginginkan pekerjaan tetap sebagai pegawai negeri sipil, gak sedikit yang justru milih pekerjaan freelance. Itu sah-sah saja.

Toh, pekerjaan freelance gak dilarang hukum. Apalagi pekerjaan ini ngasih sederet keuntungan. Di antaranya:

– Bebas mau kerja di mana dan kapan pun asal sesuai dengan pesanan

– Bisa ambil banyak kerjaan sekaligus, sehingga pemasukan lebih gede

– Gak diteror bos terus-menerus kayak di kantor

– Bisa ambil cuti kapan aja

Tapi memang, dibanding pegawai tetap, pekerja freelance lebih rentan punya madesu alias masa depan suram. Soalnya, gak ada pungutan wajib menyangkut pensiun, kayak BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan wajib diberlakukan di semua perusahaan. Ini adalah pengganti Jamsostek, yang memberikan jaminan duit kepada pekerja yang sudah resmi pensiun.

Aduh, terus gimana dong pekerja freelance? Kalau udah pensiun, jangan-jangan kudu hidup miskin.

Tenang….bukan berarti pekerja freelance otomatis masa depannya gak terjamin. Ada satu cara ampuh untuk lebih memastikan masa depan cerah buat mereka: investasi.

Investasi Freelance

Siap-siap pasang mata baik-baik, mungkin 6 produk investasi untuk pekerja freelance ini bisa diambil:

1. Reksa dana

Reksa dana adalah produk investasi yang ramah banget buat pemula. Bahkan dengan bermodal ratusan ribu kita sudah bisa menyandang status investor reksa dana. Meski begitu, peluang hasilnya lumayan gede lho.

Eits, jangan jiper dulu. Kita akan dibantu oleh yang namanya Perusahaan Manajemen Investasi jika belum paham. Mereka profesional dan akan mengurus investasi sesuai dengan profil keuangan kita.

2. Emas

Saat ini emas lebih gampang didapat. Bisa beli batangan maupun perhiasan. Beli online bisa, bahkan kredit juga boleh.

Kita bisa beli di Pegadaian, toko emas, juga Antam. Harga emas pastinya naik terus dari tahun ke tahun. Investasi ini cocok buat yang mau main aman tapi dengan hasil investasi cukup.

3. Dolar

Rupiah sering letoy di depan dolar. Hal ini bisa kita manfaatkan dengan berinvestasi mata uang asing itu. Caranya, beli saat nilai dolar turun dan jual saat nilainya naik.

Duit dolar itu bisa kita tabung buat keamanan. Bisa juga didepositokan, tapi ada prosedur deposito. Jadi, kita gak bisa ambil sembarang waktu, bahkan saat dolar nilainya naik drastis.

4. Properti

Pernah dengar harga properti melorot? Jarang banget pastinya. Kebanyakan harga rumah, apartemen, ruko, dan properti lain naik tiap tahun.Peluang ini bisa kita ambil. Tapi, beda dengan emas atau dolar, kita gak bisa cepat mendapat hasilnya. Perlu waktu untuk menjual rumah demi mencapai target investasi. Kalau jual rugi, banyak yang mau beli.

5. Deposito

Menabung itu bagus, tapi hasilnya dari bunga terlalu sedikit untuk disebut sebagai investasi. Alternatifnya adalah deposito. Cara kerjanya mirip menabung, yakni kita setor duit ke bank untuk disimpan.

Tapi, kita gak bisa sewaktu-waktu ambil duit itu karena terikat perjanjian periode deposito. Sebagai gantinya, bunganya lebih gede ketimbang menabung biasa.

6. Saham

Investasi saham sebenarnya bisa dilakukan lewat reksa dana. Tapi, kalau kita terjun langsung ke investasi ini, hasilnya lebih besar ketimbang via reksa dana. Sebab, gak ada potongan buat Perusahaan Manajemen Investasi.

Tapi kita harus paham aturan mainnya. Sebagai permulaan, mungkin kita bisa ikut reksa dana dulu sambil belajar. Kalau udah yakin bisa, bisa deh terjun sendiri.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *